entah dari mana datang segala gundah kisah menyusah resah yang tak menyudah.
setelah aku hangatkan segala kata dan pekikkan hasut amarah sang iblis.
lama aku bertahan di hadapan dia mencari kesempurnaan sabar.
di belakang aku ludahkan saja. aku hamburkan murka.
kalaupun ada topeng pada wajah sang aku ini, bila di buka tetap yang sama rupa.
tetap yang sama jiwa. tetap aku yang sama.
terlalu munafikkah aku kiranya menyinis tanpa mengira duga jiwa yang lainnya?
terlalu kejamkah aku bila mengaduhkan sakit luka semua?
terlalu bahaya untuk meruntuhkan sebuah kisah cinta?
aku bukan manusia sempurna. tidak terpelihara dari rasukan busuk jiwa.
bukan yang molek seadanya.
andai kau kira semua lakonan semata. yang luarannya santun bicara di belakang busuk tercela.
terpulanglah.
pernah aku terfikir inilah masanya. kafarah dosa untuk kita.
dan setiap kali aku diberikan kesakitan ini, aku bersyukur.
mungkin hidup tak selamanya aman dan tenang untuk cerita yang ada
dan setiap kali itu juga aku amukkan rasa.
tebal iman dan sabar belum cukup sampai ke arasnya.
dan mungkin inilah pengakhiran yang tiada kesudahan indah.
siapalah aku untuk bercerita tentang dosa pula.
hakikat akulah yang mula cipta sengketa.
jauh-jauh masih ada doanya.
No comments:
Post a Comment